Dua Sifat dalam Satu Tubuh melalui Tarian Lengger Lanang

Rianto, Dosen Tari, sekaligus Pelestari Tari Lengger Lanang | Foto Kompas.com

Penikmat Budaya.id – Lengger Lanang adalah tarian khas Jawa Timur yang ditarikan oleh pria yang berpakaian wanita.

Menariknya, tarian ini engga dinilai sebagai tarian LGBT, akan tetapi tarian budaya yang perlu dilestarikan.

Saya mengetahui tarian ini dari trailer film Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body), kemudian berlanjut tentang inspirator dari film ini, yakni Rianto yang diulas dalam YouTubenya BBC Indonesia.

Tarian ini menceritakan tentang perpaduan dua sifat dalam satu tubuh. Dalam seni, orang tidak akan mengenal pria atau wanita, semuanya lebur menjadi satu, karena yang dinilai dari seni adalah suatu nilai estetikanya (keindahan).

Lengger Lanang mengajarkan pada kita bahwa manusia itu tidak melulu harus bersikap keras agar disebut Pria, dan tidak harus selalu bersikap lembut agar disebut Wanita. Keduanya bisa bersatu dalam satu tubuh dengan sikon yang berbeda.

Contoh, saya wanita. Saya tipe orang yang tergolong lembut, namun ketika ada orang yang ‘mengusik’ kehidupan saya, maka saya engga bakal sungkan untuk bersikap tegas. Nah sifat lembut dan tegas inilah perpaduan dua sifat, yakni sifat pria dan wanita yang ada dalam diri saya.

Atau, misal kamu pria, kamu adalah sosok yang tegas dan dominan, namun saat berdekatan dengan orang-orang yang dicintai ataupun akrab dengan kamu, maka kamu akan bisa bersikap ramah dan lembut. Inilah dua sifat yang melebur dalam diri kamu sebagai pria, yang bukan berarti menandakan bahwa kamu, maaf, transgender.

Pelajaran yang didapat dari tarian Lengger Lanang ini sangat menarik sekali. Kita bakal dibawa untuk lebih menghargai keindahan yang beragam dalam sifat kita, tanpa kita menghakimi kalau diri kita itu “oh, wanita”, “oh, pria”, kemudian kita menyekat diri kita sendiri harus bersikap A B C sesuai dengan kodratnya.

Padahal sangat lazim dalam diri kita untuk mengekspresikan diri kita masing-masing dalam hidup. Dalam tarian ini, kita akan dikenalkan perjalanan spiritual kita pada Yang Kuasa, bahwa manusia diciptakan dengan keunikan masing-masing dalam karakternya.

Dengan begitu, kita tidak akan mudah menyekat diri kita sendiri, dan lantas merubah jenis kelamin, hanya karena kita merasa ada hal yang berbeda dari diri kita sendiri dibandingkan perilaku orang-orang yang berjenis kelamin yang sama dengan kita.

Menurut saya, tarian budaya ini sangat bagus untuk dinikmati, dipelajari dan dilestarikan. Melalui tarian ini, kita bisa mengenal diri kita sendiri, bersyukur bahwa Tuhan menciptakan kita sebagai seorang manusia yang memiliki karakter unik, dan yang pasti kita engga akan mudah terombang-ambing mengenai jenis kelamin kita sendiri. Selain itu, kita juga engga akan mudah untuk menghakimi orang lain yang terlihat berbeda dengan diri kita.

Mari kita menikmati tarian Lengger Lanang ini, dilihat dari segi estetikanya dan falsafah yang ingin dimunculkan dalam tarian tersebut. πŸ™‚

Salam,

Penikmat Budaya

One thought on “Dua Sifat dalam Satu Tubuh melalui Tarian Lengger Lanang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s