Sejarah Tari Lengger Lanang

Dariah, Maestro Lengger Lanang, dan Didik Nini Towo dalam satu kesempatan show Lengger Lanang | Foto : Tempo.co

Penikmat Budaya.id – Setelah mengetahui makna dari Lengger Lanang, kita mundur sedikit yuk, ke asal mula Tari Lengger Lanang ini.

Tari ini muncul pada masa Kerajaan Majapahit masih berjaya, tari ini sebenarnya adalah sebuah ritual para petani yang berterima kasih pada Dewi Kesuburan, karena masa panen yang melimpah.

Para petani dulu belum mengenal adanya Tuhan, tapi nenek moyang kita sadar bahwa ada kekuatan besar diluar dari diri manusia yang membantu hidup mereka. Oleh karena itu, para petani percaya bahwa Dewi Kesuburan lah yang membantu mereka menikmati panen padi.

Lengger Lanang sendiri berarti disangka wanita, eh ternyata pria. Jadi tentu penari Lengger Lanang merujuk pada pria yang berkostum wanita.

Nah, masuk ke masa kolonial Belanda menduduki Indonesia.

Tarian ini berganti peran menjadi sebuah hiburan. Ceritanya, saat malam hari para petinggi kolonial Belanda menginginkan hiburan. Akan tetapi, engga mungkin para perempuan diminta untuk keluar malam-malam, apalagi tujuannya untuk memberikan hiburan. Istilahnya, itu menurunkan harkat dan martabat para perempuan Indonesia.

Oleh karena itu, para pria penduduk setempat yang hadir disana, berinisiatif untuk menarikan Lengger Lanang. Dan para petinggi Kolonial Belanda pun merasa sangat terhibur.

Dari sanalah tarian ini dijadikan hiburan dan terus dijalankan, karena lumayan kan dapat uang. Apalagi pada masa itu sangat sulit bagi orang Indonesia untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Maka, apapun akan mereka lakukan demi bisa bertahan hidup.

Tujuan untuk bisa bertahan hidup, juga dilakoni oleh Dariah, Maestro Lengger Lanang. Beliau dulunya seorang anak laki-laki yang bisa dikatakan perekonomiannya cukup sulit. Maka, beliau pergi ke pemakaman keramat penari Lengger, dan melakukan ritual, seperti berpuasa. Hal ini dilakukan agar Roh Penari Lengger bisa masuk ke dalam tubuhnya.

Konon dipercaya, orang yang kemasukkan inang Lengger Lanang dapat menarikan tarian tersebut dengan sangat baik dan membuat orang lain begitu terpukau.

Setelah ada inang yang merasuki tubuhnya, Dariah pun seringkali menari dari desa ke desa, dan banyak orang, terutama kaum pria yang begitu tergila-gila ketika beliau menari. “Ayu tenan!!”, puji salah satu penggemarnya dulu, dan pujian tersebut juga dilontarkan oleh para wanita yang pernah melihat Dariah menari saat muda.

Tariannya ini terhenti ketika masa-masa pemberantasan PKI. Dariah takut dipenjara dan dibunuh, maka beliau pun berganti profesi sebagai MUA (make up).

Tari Lengger Lanang pun dilarang pada saat masa Soeharto menjabat sebagai Presiden, karena dianggap bisa menimbulkan LGBT. Tarian Lengger hanya boleh dilakukan oleh perempuan saja. Karena Lengger ini ditarikan oleh wanita, maka tarian ini sering disebut sebagai Tari Ronggeng.

Pada masa SBY menjabat sebagai Presiden, beliau sangat menghormati warisan kebudayaan. Filosofi Lengger Lanang yang begitu dalam (bisa kamu klik disini) membuat tarian ini dijadikan salah satu warisan kebudayaan Indonesia.

Dariah pun diberikan gelar Maestro Lengger Lanang oleh SBY. Dengan begitu, banyak orang di Jawa Timur yang sudah mulai terbuka untuk mempelajari tarian ini.

Tarian Lengger Lanang ini engga hanya dilakoni oleh pria. Karena zaman sudah berkembang, perempuan pun sudah banyak yang menarikan tarian ini. Prinsip pada tarian ini adalah mengapresiasi sifat yang ada dalam diri kita sendiri, sehingga kita engga akan menyekat diri kita pada aturan-aturan baku, melainkan menikmati keindahan ciptaan Tuhan dalam diri kita sendiri.

Berani coba? 😀

Referensi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s