Membatik ala Profesional di Yogyakarta

Penikmat Budaya.id Berkesempatan jalan-jalan ke Yogya, saya pun langsung semangat melenggangkan Go-Car menuju Museum Batik Yogyakarta.

Disana saya pikir hanya akan disuguhi koleksi-koleksi Batik zaman kuno, seperti di Museum Danar Hadi, akan tetapi ternyata ada workshop-nya juga.

Berbekal rasa penasaran, saya pun mendaftarnya. Resepsionisnya bertanya, “Mau membatik yang warna-warni? Atau hanya dua warna saja?”

Saya pun memilih yang membatik dua warna saja, karena hanya dikerjakan 1 jam saja. Kalau warna warni, pengerjaannya bisa memakan waktu 2-3 jam. Hoho. Kelamaan

Disana saya diminta memilih motif terlebih dahulu, kemudian memilih warna yang akan diberikan pada batik.

Pola Batik yang akan dicolet dengan malam, kainnya ditumpu dengan papan kayu sehingga memudahkan kita menggores malam pada kain| Dokpri

Nah, ternyata motif batiknya sudah digambar dengan pensil dikain, yang kita sebut sebagai pola. Jadi saya tinggal mengikuti garis motif tersebut dengan memakai malam yang telah dipanaskan.

Ibu pengrajin mengajarkan cara mencolet malam ke canting, kemudian membubuhkannya pada kain putih | Dokpri

Saya pun diajari oleh seorang ibu pengrajin batik disana. Beliau mengajari saya dengan sangat sabar sekali.

Hal pertama yang harus saya lakukan adalah memasukkan malam ke cantingnya yang ada dibagian atas. Kemudian, saya harus memegang canting tersebut kurang lebih 45 derajat, supaya malamnya bisa keluar, tapi engga tumpah. Hal ini dilakukan agar goresan malam pada kain engga terlalu tebal.

Goresan malam pada helaian kain pun terbatas, sekitar 4-5 garis yang sudah dibentuk, kemudian saya harus memasukkan malam lagi. Dengan begitu, goresan pada motif pun engga terlalu tipis nantinya.

Pas awal-awal saya menggores garis dengan malam, sulit juga, miring dikit ketebelan, datar dikit ketipisan. Perlu waktu sekitar 5 menit bagi saya untuk beradaptasi supaya bisa menggariskan malam pada motif dengan ketebalan yang pas.

Setelah sudah beradaptasi, wah lancarr sekali menggoresnya! 😀 Cuman yaa kaku banget, untung sudah digambar motifnya dengan pensil oleh desainernya, jadi saya tinggal mengikutinya saja. Mengikuti saja kaku banget, apalagi buat sendiri. Wkwk.

Motif batik yang sudah diberi malam | Dokpri

Ada juga beberapa garis malam yang keluar dari garis motif, dan ada juga yang ketebelan. Saat saya mau memperbaikinya, namun ga bisa, karena malamnya sudah keburu kering. Dari sana saya baru tahu, kalau malam itu cepat kering, dan agak susah untuk dihilangkan.

Menit ke menit berlalu, dan saya sangat menikmati menggores garis motif dengan malam. Enak saja bawaannya, dan kalau menurut saya, pikiran saya jadi benar-benar refresh sekali.

Setelah selesai, sang pengrajin memeriksakan kembali hasil kerja saya. Ada beberapa garis pada motif yang dibetulkan, dan malam yang keluar garis ada yang dibuang dengan sodet. Kemudian, beliau hairdryer agar keringnya lebih sempurna.

Kemudian, beliau memanggil anak-anak muda disana untuk membimbing saya melakukan pewarnaan pada kain batik hasil karya saya.

Pewarna dituangkan dalam satu tray, saya pun diminta untuk memakai sarung tangan dari plastik, supaya pewarnanya tidak membekas ke tangan. Kalau membekas akan sulit dihilangkan.

Cara mewarnai kain, kain putih diletakkan diujung tray, kemudian ditarik sedikit demi sedikit supaya kain putihnya menyerap warnanya. Setelah warna sudah menyerap ke seluruh kain, kain pun dijemur.

Kain putih yang sudah diberi pewarna, kemudian dijemur dibawah terik matahari | Dokpri

Saya pun dipersilahkan oleh anak-anak muda tersebut untuk mengikuti tur galeri batik terlebih dahulu, sambil menunggu hasil karya batik saya benar-benar kering sempurna.

Taraaa… Inilah karya saya !!

Hasil batik yang sudah jadi | Dokpri

Nah, kalau kamu tertarik belajar membatik juga, boleh tuh kunjungin Museum Batik Yogyakarta ! 😀

Seperti khasnya Yogyakarta, orang-orangnya disana sangatlah ramah, dan kita bakal sangat menikmati saat-saat kita membatik. Hanya saja sayangnya, ruangan disana sangat panas sekali, mungkin saat saya berkunjung pas banget musim kemarau. Jadi kalau kamu mau berkunjung, boleh lah bawa kipas digital ataupun kipas biasa.

Berikut alamatnya dan jam bukanya, kalau kamu berminat kesana :

Hotel Museum Batik Yogyakarta

Alamat : Jl. Doktor Sutomo No. 13 A, Bausasran, Kec. Danurejan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, 5521

Open Hours : Senin – Sabtu, 09.00 – 15.00

Terima kasih 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s