Makna Dibalik Lebaran Mesti Ada Opor Ayam dan Ketupat

Penikmat Budaya.id – Selamat Idul Fitri bagi teman-teman yang merayakan ^^

Masa pandemi kali ini menjadikan perayaan Idul Fitri kita kali ini berbeda, yakni berkurangnya anggota keluarga yang berkumpul, lantaran mesti jaga jarak, cuy!

Tapi tak apalah, apa gunanya teknologi canggih kalau tidak digunakan sebagai pertemuan virtual, ya ga? Hehe.

Momen Idul Fitri yang pastinya engga bisa lepas dari kita adalah Ketupat dan Opor Ayam. Rasanya Lebaran bakal berasa kurang banget kalau gak ada kedua makanan ini.

Karena kedua makanan ini menjadi tradisi kita turun-temurun, akhirnya saya pun mencari tahu, Ketupat dan Opor Ayam ini benaran tradisi kita bukan? Atau beradaptasi dengan budaya Arab dan India?

Cari punya cari asal mulanya, ternyata Ketupat dan Opor Ayam ini menjadi bagian dari sifat nenek moyang kita yang senang melakukan ‘otak atik gathuk‘ yang artinya mencocokkan sesuatu sebagai tanda pengingat.

Ilustrasi Ketupat | Foto : Ternate.tribunnews.com

Ketupat ini berasal dari kata ‘kupat’ yang singkatannya laku papat, artinya cipta (pikiran), rasa, karsa (sikap) dan karya (perbuatan), yang kalau maknanya digabung akan menjadi segala tindakan yang berhubungan dengan kehidupan diri sebagai manusia.

Ilustrasi Opor Ayam | Foto : Ayo Semarang.com

Opor berasal dari kata ‘apura-ingapura’ atau ‘ngapuro’ artinya maaf-memaafkan.

Lebaran berasal dari kata ‘leburan’, yang artinya peleburan dosa-dosa kita.

Dengan asal mula kata dan makna itulah, makanya makanan ketupat dan opor menjadi makanan wajib kita saat Lebaran.

Ketupat sendiri sebenarnya sudah ada pada masa zaman Hindu-Buddha di Nusantara. Oleh Sunan Kalijaga, pengaruh Hindu Buddha tersebut diakulturasi dengan nilai KeIslaman, sehingga tradisi masyarakat Nusantara kala itu tidak hilang begitu saja.

Dengan begitu, masyarakat Jawa dan Sunda kala itu akan lebih bisa memaknai momen maaf-memaafkan melalui simbol pengingat, yakni makanan Ketupat dan Opor Ayam.

Jadi ternyata tradisi makan Ketupat dan Opor Ayam ini, memang asli tradisi budaya Indonesia sejak zaman Kerajaan Hindu Buddha masih berjaya πŸ˜€

Nah, sekarang, bagaimana dengan kamu, sudah habis berapa piring nih untuk Ketupat dan Opor Ayamnya? πŸ˜€ πŸ˜€

Referensi

2 thoughts on “Makna Dibalik Lebaran Mesti Ada Opor Ayam dan Ketupat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s