The Little Nyonya 2020 : Motif Bunga yang Terlukis Indah pada Batik Nyonya atau Encim

Setelah mengetahui mengapa Budaya Baba Nyonya dengan Peranakan Tionghoa bisa sama, nah, sekarang kita akan membahas tentang motif bunga pada batik yang dikenakan oleh para pemeran wanita di drama The Little Nyonya 2020.

Menonton dramanya, episode demi episode, mata saya seringkali disuguhkan gaya berpakaian kebaya dan batik yang dikenakan para pemeran wanita. Pembawaan mereka selalu terlihat anggun dalam balutan busana kebaya dan batik, walaupun sang wanita sedang beradegan antagonis, menyebalkan, ataupun adegan terluka.

Motif batik yang akan kita nikmati sepanjang drama lebih dominan motif bunga dengan ragam warna yang cerah. Bentuk bunganya pun berbeda-beda pada setiap helaian kain batik. Kain batik selalu digunakan untuk bawahan para wanita.

Sebagai padu padannya, mereka memakai atasan kebaya corak warna tertentu yang membentuk kerah V-neck dan tembus pandang, tapi jangan khawatir, pakaian wanita Tionghoa tetaplah sopan karena ada pakaian dalam yang melengkapinya menyerupai tank top. Itulah ciri pakaian wanita peranakan Tionghoa pada zaman itu di Nusantara.

Nah, mengapa harus selalu bermotif bunga?

Sebenarnya kain batik Peranakan Tionghoa tidak melulu bunga saja, ada ragam motif lainnya yang menunjukkan ciri khas China, seperti naga, kupu, kura-kura, buah delima, biji lotus dan sebagainya. Namun, sepertinya batik peranakan Tionghoa yang tersebar di Malaysia didominasi dengan motif bunga.

Nah, motif bunganya sendiri ada berbagai varian jenis dan maknanya.

Sayang sekali, ada beberapa varian bunga yang belum saya temukan dalam motif batik. Apabila saya menemukannya, saya akan meng-update artikel ini supaya kamu bisa menikmatinya juga.

Motif-motif batik bunga ini merupakan ciri khas dari peranakan Tionghoa. Filosofi yang tertuang dalam batik tersebut merupakan harapan dan doa untuk si pemakai batik.

Seni sulam Tiongkok (China) yang seperti lukisan | Foto : Tionghoa.info

Di China sendiri, motif bunga atau motif ciri khas China biasanya disulam pada kain. Secara kasat mata, kita akan melihat karya sulamannya itu seperti sebuah lukisan. Nah, karena teknik sulam belum dikenal di Nusantara, sedangkan membatik merupakan karya seni yang sedang populer, maka motif-motif tersebut dituangkan dalam bentuk teknik membatik.

Walau berbeda teknik pembuatan, tapi ternyata motif batik khas peranakan Tionghoa memiliki banyak peminat, terutama ketika diperdagangkan di Selat Melaka, salah satu rute jalur sutera (perdagangan internasional pertama kali di dunia).

Hal tersebut menginspirasi peranakan yang lain, seperti peranakan Belanda, peranakan India dan sebagainya dalam membuat motif batik yang diakulturasi antara budaya Nusantara dengan budaya negeri lain. Menciptakan estetika yang memiliki ciri khas.

Di Indonesia, ada serentetan nama desainer batik peranakan Tionghoa yang sangat terkenal dan akan saya bahas pada artikel lainnya. Untuk menunjukkan hak patennya, biasanya para desainer akan membubuhkan tanda tangan atau menuliskan namanya disudut bahan batik.

Seperti masa modern, semakin terkenal nama desainernya, tentu harganya akan semakin mahal dikarenakan batik yang didesainnya sudah diakui keindahannya oleh banyak orang.

Nah, apa kamu sudah mempunyai baju batik bermotif bunga? Siapa tahu salah satu koleksi batikmu ternyata bermotif peranakan Tionghoa. Atau mungkin kamu sedang berminat membeli batik bunga, filosofi batik pada foto dalam artikel ini, bisa menjadi referensi.

Referensi

  • Sumarsono, Hartono. 2011. Batik Pesisir Pusaka Indonesia. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s