Batik Tambal yang Dipercaya Memperbaiki Hal yang Rusak

Penikmat Budaya.id – Hai, sobat Penikmat! Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata “tambal”? Pasti kamu terpikir pada bon motor, mobil ataupun sepeda yang rusak, bener gak? Hehe.

Kalau sudah ditambal, tentunya ban kendaraan dapat kembali berputar normal kembali, dan kita bisa melaju ke tempat tujuan dengan aman dan tentram, tanpa rasa khawatir. Harga untuk tambal ban sendiri lebih murah jauh ketimbang harus mengganti ban yang baru.

Nah, ada tambal ban, ternyata ada juga Batik motif Tambal. Walaupun motif ini terkesan seperti harajuku, dimana motifnya saling bertabrakan. Namun ada filosofi yang begitu dalam pada motif ini.

Memperbaiki diri untuk dapat menjalani kehidupan yang lebih baik, itulah filosofi yang tersemat pada batik tambal.

Salah satu contoh motif tambal dengan aksen warna modern | Dokumentasi pribadi

Yap, dalam kehidupan tentunya kita memiliki lika-liku kehidupan. Sebagai manusia, tentunya kita tidak pernah bisa luput dari kesalahan, kesedihan, kekecewaan dan kegagalan. Namun hal tersebut tidak bisa kita jadikan alasan untuk terus berkubang dalam lubang duka.

Mengasihani diri, apakah bisa menyelesaikan masalah? Menangis, apakah bisa menyelesaikan masalah? Menyalahkan nasib, apakah menyelesaikan masalah?

Belum tentu bisa. Mengasihani diri, menangis dan menyalahkan nasib merupakan tindakan untuk melegakan hati, tapi jangka waktunya hanya untuk sementara saja. Supaya kita tidak terus terpuruk dalam kesedihan, maka itu kita harus bangkit, supaya bisa meraih kesuksesan yang kita impikan.

Orang zaman dulu memakai Batik Tambal tidak hanya sebagai simbol memperbaiki kehidupan, akan tetapi juga sebagai langkah untuk melancarkan penyembuhan penyakit. Caranya dengan memakaikan kain Batik bermotif Tambal sebagai selimut kepada orang yang sakit. Harapan dan doa agar orang yang sakit segera sehat kembali tersemat dalam Batik Tambal.

Motif batik tambal ini merupakan salah satu motif klasik Keraton Yogyakarta. Dulunya motif Batik Tambal ini memiliki kombinasi dari motif Peru, Ceplok dan motif Parang. Warna yang dibuat pun merupakan kombinasi warna gelap dan terang, dengan begitu kita bisa melihat jelas detail motifnya.

Kini motif Batik Tambal lebih beragam dan dihiasi dengan warna yang menarik, namun makna dari motif tersebut sama sekali belum hilang, yakni memperbaiki hal yang rusak, serta doa untuk kesembuhan.

Mungkin dimasa pandemi ini, kita bisa memakai motif Batik Tambal sebagai langkah mendoakan agar pandemin COVID-19 ini bisa berlalu, sekaligus sebagai langkah melestarikan budaya bangsa.

Salam sehat selalu, Sobat

Referensi

  • GWI. 12 September 2016. Batik Tambal. Diakses dari Gpswisataindonesia.info pada tanggal 13 Juli 2021

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s