Ketika Jakarta Membuatku Kembali Jatuh Cinta

Aku sih enggak benci Jakarta, cuman bosan saja dengan suasananya selalu dimulai dengan hiruk pikuk sepanjang perjalanan.

Aroma udara segar ataupun pemandangan daun hijau ditetesi embun pagi tidak akan pernah kita lihat. Yang ada, hanyalah sengatan matahari, dan yaa, pastinya hampir semua orang terburu-buru untuk berangkat kerja.

Ditempat tinggalku, jarang sekali orang saling bertukar sapa saat pagi hari. Kita saling berdiam membangun mood dan mengumpulkan energi untuk bekerja nanti.

Hmm.. tapi beberapa minggu ini rasa bosanku diobati dengan suasana baru. Suasana yang membuat moodku bangkit tanpa mesti minum secangkir kopi hangat terlebih dahulu.

Sapaan ramah, kesantunan dan toleransi dalam berkendara.

Ketiga sikap yang membuat rasa bosanku pada Jakarta menguap.

Hoho.. tentu bukan aku yang mengendarainya, melainkan para driver yang kutumpangi dan kutemui.

Pertama, seorang driver Gojek, usianya kira-kira awal 20-an tahun.

Sepanjang perjalanan driver tersebut selalu menyapa orang-orang yang ia temui di jalan, dari tukang sapu, hingga penjual makanan. Sesama driver pun ia sapa.

“Selamat pagi”, itulah sapaannya.

Respon yang didapat tentunya banyak yang kaget, tapi secara spontan mereka memberikan senyuman, anggukan dan bahkan sapaan selamat pagi kembali.

Aku yang sebagai penumpang, terkadang mendapatkan cipratan senyuman orang dari kesantunan si driver.

Secara spontan aku pun menarik kedua ujung bibirku ketika disenyumi. Walau senyumku tersembunyi dibalik masker yang double, tapi setidaknya mereka melihat kedua mataku menyipit dan ada garis mata yang muncul tanda sedang tersenyum.

Hatiku sebenarnya biasa saja. Tapi moodku entah kenapa sangat baik saat sudah berada ditempat kerja. Membingungkan, tapi aku suka suasana hati seperti itu.

Si Bapak Gojek yang memperhatikan kenyamanan penumpangnya | Dokumentasi pribadi

Beberapa hari kemudian, aku mendapatkan driver Gojek yang usianya lebih dewasa. Kalau dari fotonya sih sekitar 50an tahun.

Saat pertengahan perjalanan, Bapak driver bertanya, “kecepatan gak, neng?”, aku tentu menjawab tidak.

Sebenarnya terlalu lambat malah, tapi tidak masalah, yang penting aku selamat dalam perjalanan dan tiba ditempat kerja tepat waktu.

“Kalau kecepatan bilang ya, neng, biar nyaman dalam perjalanan. Kerja juga jadi seger“, kata si Bapak Gojek.

Sebenarnya ucapan si Bapak adalah perhatian yang pastinya biasa berlaku antar penjual dan pembeli. Kalau dalam istilah bisnisnya, service (pelayanan) kepada pelanggan.

Tapi baru kali ini aku bertemu dengan driver yang memikirkan kenyamanan untuk menjaga mood penumpangnya sampai tiba di tempat kerja.

Salut sih beneran.

Oke, Jakarta sepertinya sedang ingin mengakrabkan diri dengan moodku.

Peristiwa yang ketiga, nah aku kali ini tidak berperan sebagai penumpang, melainkan menjadi penonton jalan raya.

Ada mobil yang menghentikan diri untuk memberikan jalan bagi para penyebrang jalan. Tidak hanya satu mobil, tapi ada beberapa.

Pemandangan yang menakjubkan buatku. Mengingat dikawasan tempatku bekerja, pengendara dan pejalan kaki biasanya saling berlomba satu sama lain untuk mendapatkan haknya dijalan.

Si pengendara mengebut, dan si pejalan kaki harus pintar mengukur kecepatan kendaraan. Tinggal adu siapa yang kuat saja.

Dihari itu aku melihat pemandangan jalan yang tidak biasa. Ada keramahan dan kesantunan dalam perjalanan yang kukira akan perlahan-lahan punah di Jakarta.

Tapi sepertinya perkiraanku telah disanggah oleh Jakarta.

Masih ada saja pengendara yang membawa ciri khas orang Indonesia yang ramah dan santun, serta bertoleransi. Kalau kata orang luar, ketiga sifat itu adalah budayanya orang Indonesia yang bikin mereka betah dan merasa diterima.

Ah, kalau setiap hari suasana pagi seperti ini, aku bisa kembali jatuh cinta pada Jakarta. Kota metropolitan nan ramai, tapi penuh dengan sentuhan rasa manusiawi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s