BUDAYA

Hai πŸ™‚

Saya mau berintro sedikit nih disini sebelum memulai tulisan tentang budaya.

Wayang Semar

Sebagai penikmat budaya, terutama Indonesia, saya pikir dengan menikmati dan membanggakan keanekaragaman budaya Indonesia, saya termasuk sebagai pelestari budaya. Ternyata anggapan itu salah besar. Hoho. Saya hanyalah seorang penikmat budaya, bukan pelestari budaya.

Hal ini saya temui dari definisi budayawan yang sebenarnya. Selama ini sangat mudah bagi kita untuk memberikan gelar pada seseorang sebagai budayawan hanya karena orang tersebut memperhatikan atau melakukan penelitian tentang budaya. Padahal hakikat budayawan sendiri, bukan sekedar memperhatikan ataupun meneliti, akan tetapi menyentuh langsung budaya tersebut, menciptakan suatu budaya hingga filosofi dari budayanya sendiri bisa dijiwai.

Dalam tulisan Bu Kalis, gelar budayawan sendiri, seharusnya kita berikan kepada petani, karena para petani lah yang mengolah tanah tersebut, dan bertani merupakan salah satu warisan budaya nenek moyang.

Cara pelestarian budaya sendiri seharusnya bukan sekedar arak-arakkan pakaian tradisional, festival kuliner, pameran, ataupun kunjungan pesta. Karena hal tersebut sebenarnya adalah “berjualan” lokasi pariwisata. Akan tetapi, dilakukan dengan cara, kita terjun langsung dalam mempraktekkan budaya daerah yang kita sukai, sembari memahami filosofinya. Dengan begitu rasa cinta terhadap budaya, tidak sekedar asal lewat saja, tapi terus tertanam dihati.

Saya pun terinspirasi dari Mbah Tedjo, Presiden Jancukers, atau bisa jadi kalian kenal dengan Sudjiwo Tedjo. Beliau benar-benar sangat menginspirasi saya untuk mulai menikmati seni budaya dengan mempraktikkannya secara langsung. Dengan begitu saya bisa menjiwai makna budaya-budaya yang saya jumpai. Jadi saya dapat turut serta melestarikan budaya Indonesia, tidak lagi sebagai penikmat budaya.

Namun, karena kedudukan saya masihlah sebagai penikmat, jadi izinkan saya untuk terus berbagi kenikmatan estetika budaya bangsa kita dan bangsa lainnya. Supaya semakin tumbuh rasa toleransi dan harmonisasi antar bangsa.

Salam hangat,

Penikmat Budaya

Referensi :

Kalis Mardiasih. 10 November 2017. Budayawan dan Visi Kebudayaan yang Tak Pernah Tuntas. Diakses dari Detik News.com tanggal 13 Januari 2020.